Stop Perdagangan Karbon Danone Group di Hutan Mangrove Aceh!
Proyek perdagangan karbon dapat memberikan izin bagi korporasi besar untuk terus berpolusi dengan membeli kredit, alih-alih melakukan pengurangan emisi langsung yang sesungguhnya diperlukan.
AWF: Kasus Perambahan Hutan Mangrove Aceh Tamiang Belum Mendapat Kepastian Hukum

Padahal, AWF, LembahTari, dan IOJI sudah sudah melaporkan secara resmi kepada Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan Kemenhut RI pada 24 September 2025, agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti dan diproses secara hukum.
Menggugat Kebijakan Negara dalam Penanganan Bencana Ekologis Sumatera
Tim Advokasi Keadilan untuk Sumatera melakukan Gugatan Tindak Administrasi Pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026.
Masyarakat DAS Krueng Peusangan Sepakat Berikan Mandat Advokasi Dampak Lingkungan untuk AWF

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan pada 26 November 2025 merupakan salah satu peristiwa yang menimbulkan dampak serius bagi masyarakat di Kabupaten Bireuen.
Katastrofe Sumatera: Jejak Oligarki di Hulu, DAS, dan Zona Rawan Bencana
Laporan koloaboratif JATAM dengan Aceh Wetland Forum ini mengungkap adanya keterhubungan yang kuat antara wilayah terdampak banjir dan longsor dengan konsesi perusahaan yang dimiliki atau terhubung langsung dengan para pejabat negara dan elite politik.
STOP AlihFungsi Manggrove atas Nama Rakyat!
Aktivitas perambahan hutan mendekati arah muara Kuala Geunting dan Kuala Peunaga. Sehingga sedimentasi menghambat aliran sungai Tamiang. Akibatnya, potensi banjir meningkat di permukiman saat musim hujan.
Rawa Tripa di Ujung Tanduk: Rumah Terakhir Orangutan Sumatera yang Kian Hilang
Rawa Tripa, bentang rawa gambut legendaris di pantai barat Aceh, kini berada di ambang kehancuran. Padahal, kawasan seluas 61.803 hektar ini bukan sekadar hutan—ia adalah paru-paru bumi, penjaga air, dan rumah terakhir bagi orangutan sumatera, salah satu primata paling terancam punah di dunia.
AWF Tandatangani Seruan Perlindungan Lahan Basah Pada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB Ke-16 di Kolombia

Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB Ke-16 (COP16 CBD) pada 21 Oktober-1 November 2024 di Cali, Kolombia. Aceh Wetland Foundation ikut mendantangani seruan untuk bertindak terhadap pelestarian air dan lahan basah di Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati. Seruan ini kami tulis agar memberikan prioritas yang lebih tinggi pada air dan lahan basah dalam upaya penerapan Kerangka Kerja […]
Hentikan Berburu Burung di Paya Nie!

Aturan adat masyarakat Paya Nie ini mengatur tata kelola perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan Paya Nie yang berkelanjutan. Namun aktivitas perburuan burung di sana masih terjadi. Aktivitas illegal ini dilakukan di tengah malam buta.
BEASISWA LIPUTAN RAWA TRIPA 2024

Aceh Wetland Foundation, Yayasan APEL Green Aceh dan AcehSatu Media berkolaborasi dalam program beasiswa liputan dalam upaya menahan laju deforestasi dan okupansi perkebunan kelapa sawit di kawasan lindung gambut Rawa Tripa.