SIARAN PERS: STOP Perambahan Paya Nie untuk Kelapa Sawit!

Paya Nie adalah kawasan dengan fungsi lindung yang tidak boleh dialihfungsi pada peruntukan lain.
Habitat Lahan Basah Menghilang Tiga Kali Lebih Cepat Dibanding Hutan

Seiring dengan pertumbuhan perkotaan dan peningkatan permintaan lahan, kecenderungannya adalah merambah lahan basah dan lahan basah tersebut menghilang tiga kali lebih cepat dibandingkan hutan.
Annual Report AWF 2023

SURAT TERBUKA: Pengadilan Harus Hitung Uang Paksa PT Kallista Alam Sejak Putusan Inkracht

Kasus kebakaran hutan gambut itu terjadi dalam rentang waktu 2009 hingga 2012. Diterimanya pembayaran ganti rugi lingkungan dari PT Kallista Alam secara mencicil ini dinilai sebagai preseden buruk penegakan hukum lingkungan di Indonesia.
Cabut PP Pasir Laut Tahun 2023!

Penambangan dan ekspor pasir laut bukanlah solusi pembangunan yang berkelanjutan. Kerusakan yang ditimbulkan lebih besar dari hasil dan manfaat.
Mukim Langsa Baroh Sepakat Kuatkan Peran Adat dalam Menjaga Hutan Mangrove

Aceh Wetland Foundation adalah lembaga nirlaba yang sangat mendukung peran Masyarakat Adat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.
Bersama KPH 3, Kami Sosialisasikan Pemanfaatan Tambak Silvofishery dalam Kawasan Hutan Mangrove

Para peserta berasal dari kalangan Kepala Desa di Kemukiman Langsa Baroh dalam Kecamatan Langsa Barat, para aktivis LSM, wartawan dan pemilik tambak.
RISET: Hutan Mangrove Telaga Tujuh Sudah Bertahan Lebih dari Dua Abad

Ekosistem mangrove Telaga Tujuh didominasi Rhizophora Mucronata. Jenis mangrove ini sudah hidup setidaknya 2 abad yang lalu. Hal ini diketahui setelah adanya penelitian yang dilakukan Tim Aceh Wetland Foundation dan didanai oleh Retet den Regenwald e.V di Hamburg, Jerman.
SIARAN PERS: KPH III dan AWF Sepakat Memperkuat Perlindungan Kawasan Hutan Mangrove

Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Wilayah III UPTD DLHK Aceh melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Aceh Wetland Foundation dalam bidang penegakan hukum, monitoring serta patroli kawasan hutan mangrove Aceh di Kantor KPH3 Langsa, Senin 4 Desember 2023.
SIARAN PERS: Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Kuala Langsa Berpotensi Merusak Lingkungan

Kami merasa perlu mengingatkan pemerintah bahwa proyek pengerukan jalur masuk Pelabuhan Kuala Langsa ini dapat menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial masyarakat dalam jangka panjang. Untuk itu, diperlukan kajian mendalam dan kehati-hatian dalam pelaksanaan proyek ini.